BMKG Prediksi Adanya Gempa Susulan di Lombok

BMKG Prediksi Adanya Gempa Susulan di Lombok

BMKG menginformasikan hasil dari pantau yang mereka lakukan bakal terjadi lagi gempa susulan berkekuatan yang cukup signifikan di Lombok, Nusa Tenggara Barat. BMKG mengimbau warga yang sudah membangun rumahnya kembali untuk sementara waktu tidak ditempati dan tetap tinggal di lokasi pengungsian. Official Website: http://beritasatu.tv Facebook.com/BeritaSatuTV Youtube.com/BeritaSatu @BeritaSatuTV

BMKG: Gempa Susulan di Lombok Terjadi 230 Kali

BMKG: Gempa Susulan di Lombok Terjadi 230 Kali

Gempa susulan terus terjadi pasca gempa berkekuatan tujuh skala richter (SR) yang melanda wilayah Lombok, Nusa Tenggara Barat. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat telah terjadi 230 kali gempa susulan. Official Website: http://beritasatu.tv Facebook.com/BeritaSatuTV Youtube.com/BeritaSatu @BeritaSatuTV

Penjelasan Kepala BMKG Soal Gempa Lombok (9/8/2018)

Penjelasan Kepala BMKG Soal Gempa Lombok (9/8/2018)

Rangkaian gempa diakibatkan naiknya patahan Flores dengan ujung sesar Flores terdapat di bawah Pulau Lombok tepatnya pusat gempa terdapat di bawah lereng Gunung Rinjani. Hari ini (9/8/2018) tepatnya pukul 13:25 wita terjadi kembali gempa susulan dengan kedalaman terdangkal dibanding dengan gempa sebelumnya dengan kekuatan 6,2 M. Simak penjelasan kepala BMKG, Prof. Dwikorita Karnawati, M.Sc, Ph.D.

BMKG: Waspada, Gempa Lombok Akan Terjadi Sampai 4 Minggu ke Depan - Liputan6 Pagi

BMKG: Waspada, Gempa Lombok Akan Terjadi Sampai 4 Minggu ke Depan - Liputan6 Pagi

Badan Meterologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi gempa masih akan terjadi di Pulau Lombok hingga empat minggu ke depan. Hingga saat ini, aktivitas kegempaan sudah mencapai ratusan kali dengan volume sedang hingga kecil. Seperti ditayangkan Liputan6 SCTV, Jumat (10/8/2018), BMKG terus melakukan sosialisasi kepada warga di Pulau Lombok agar tetap tenang menghadapi intensitas gempa susulan yang masih terjadi. Kepala BMKG Pusat Dwikorta Karnawati, saat menyambangi posko pengungsian di Lapangan Rembiga Mataram, menjabarkan jika gempa susulan tetap masih akan terjadi di sisi utara Pulau Lombok. Namun intensitas gempa, menurut prediksi akan terus mengecil, tidak lebih besar dari gempa yang terjadi pada 29 Juli dan 5 Agustus lalu. Berangkat dari penjelasan tersebut, warga di posko pengungsian diminta untuk kembali ke rumah dan tidak panik menghadapi gempa, khususnya bagi warga yang rumahnya masih kokoh pasca gempa akhir Minggu lalu. BMKG menyimpulkan, gempa yang melanda Lombok merupakan gempa patahan lempengan Flores yang pernah terjadi pada 200 tahun lalu, dan berulang di Pulau Lombok pada tahun 2018 ini.

BMKG Sebut Gempa di Lombok adalah Hal yang Wajar

BMKG Sebut Gempa di Lombok adalah Hal yang Wajar

Gempa yang terjadi di Lombok akibat bergesernya sesar aktif patahan Lombok. Sumber gempa yang mengguncang Lombok dengan magnitudo 7 pada Minggu (5/8) kemarin penyebabnya sama dengan gempa yang sebelumnya mengguncang lombok pada 29 Juli 2018 lalu.

BMKG Prediksi Gempa Susulan Masih Terjadi di Lombok - Liputan6 Pagi

BMKG Prediksi Gempa Susulan Masih Terjadi di Lombok - Liputan6 Pagi

Tiga hari pasca-gempa yang melanda kawasan Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB), hingga hari ini masih terjadi 28 kali gempa susulan dengan magnitudo bervariasi, yakni 3 sampai 4 skala richter. Seperti ditayangkan Liputan6 SCTV, Kamis (9/8/2018), Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi, hingga tiga pekan ke depan masih akan terjadi gempa susulan. Namun dengan kekuatan kecil dan tidak berpotensi tsunami. Ketegangan di kulit bumi yang mengakibatkan terjadinya gempa hebat berkekuatan hingga 7 skala richer di Lombok Utara agaknya masih akan menyisakan guncangan. Jika dihitung sejak hari Minggu lalu, maka telah terjadi 319 kali gempa susulan yang disebabkan masih beraksinya pelepasan ketegangan di kulit bumi. Meski begitu, BMKG tetap menghimbau kepada masyarakat yang rumahnya sudah tidak kokoh lagi atau telah mengalami keretakan agar tidak kembali ke rumah guna menghindari terjadinya kerobohan bangunan. Untuk masyarakat yang tinggal di titik gempa terparah juga diharapkan tetap berada di lokasi yang aman, seperti tempat-tempat pengungsian. Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk sementara, membekukan bantuan asing yang masuk ke daerah Lombok, NTB. Bantuan ini dirasa belum diperlukan, karena bantuan bagi korban bencana masih cukup dengan mengoptimalkan daerah-daerah lainnya.

Simak! Keterangan BMKG Soal Gempa 7.0 M di Lombok [Full]

Simak! Keterangan BMKG Soal Gempa 7.0 M di Lombok [Full]

Kepala BMKG, Prof. Ir. Dwikorita Karnawati, M.Sc, Ph.D memberikan keterangan pers perihal gempa bumi tektonik bermagnitudo 7,0 yang mengguncang kabupaten Lombok dan dinyatakan berpotensi Tsunami yang kemudian pukul 20:25 WIB peringatan dini Tsunami telah diakhiri. Gempa terasa hingga Jawa Timur. Pusat gempa terdapat di daratan dekat dengan Gunung Rinjani dengan kedalaman 15 kilometer. Gempa bumi yang terjadi adalah gempa dangkal. Gempa ini dibangkitkan oleh deformasi batuan dengan mekanisme pergerakan naik. Pusat gempa relatif sama dengan gempa bumi yang sebelumnya telah terjadi di Lombok. Gempa bumi ini adalah main shock dari rangkaian gempa bumi selama sepekan di Lombok. Berdasar data BMKG, mataram mengalami kerusakan paling berat. Gempa bumi ini menimbulkan kerusakan di Lombok dan sebagian wilayah Bali. Sampai saat ini bmkg masih terus mengumpulkan laporan dari lapangan termasuk dari BPBD setempat.

BMKG: Kecil Kemungkinan Ada Gempa Susulan Berskala Besar

BMKG: Kecil Kemungkinan Ada Gempa Susulan Berskala Besar

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menyebut kecil kemungkinan terjadi gempa susulan di Lombok, Nusa Tenggara Barat berskala besar. Namun BMKG meminta masyarakat tetap tenang dan tidak perlu khawatir tentang isu tsunami. Untuk melihat video-video menarik lainnya kunjungi: https://video.medcom.id/

Ini Pemicu Gempa Lombok menurut Analisis BMKG

Ini Pemicu Gempa Lombok menurut Analisis BMKG

Gempa bumiberkekuatan 7 Skala Richter (SR) mengguncang kawasan Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB). Gempa tersebut berpotensi menimbulkan tsunami. Gempa NTB terasa sampai ke Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali. Pengunjung panik dan berhamburan. Mereka ada yang memilih sembunyi di bawah meja. Ikuti berita terbaru di tahun 2018 dengan kemasan internasional berbahasa Indonesia, dan jangan ketinggalan breaking news 2018 dengan berita terakhir dan live report CNN Indonesia di https://www.cnnindonesia.com dan channel CNN Indonesia di Transvision. Dalam tahun politik dan Pilkada 2018, CNN Indonesia mencanangkan sebagai Layar Pemilu Tepercaya. Kami akan menayangkan konten-konten Pilkada 2018 secara seimbang untuk mengawal demokrasi dan demokratisasi di Indonesia yang kami cintai. CNN Indonesia tergabung dalam grup Transmedia. Dalam Transmedia, tergabung juga Trans TV, Trans7, Detikcom, Transvision, dan CNN Indonesia.com. Follow & Mention Twitter kami: @myTranstweet @cnniddaily @cnnidconnected @cnnidinsight @cnnindonesia Like & Follow Facebook: CNN Indonesia Follow IG: cnnindonesia

BMKG: Puncak Musim Kering Diperkirakan sampai September

BMKG: Puncak Musim Kering Diperkirakan sampai September

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika  BMKG memperkirakan puncak musim kering di Indonesia akan berlangsung bulan ini hingga September mendatang. Ada sejumlah titik wilayah yang dilanda kekeringan ekstrem beberapa diantaranya adalah Provinsi Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Bali dan Jawa Timur. Sedangkan khusus wilayah pertanian yang terkena dampak kekeringan adalah di Wilayah Kerawang, Jawa Barat, Nganjuk dan Kediri, Jawa Timur. BMKG mengimbau masyarakat menjaga cadangan air agar tidak terjadi kelangkaan pangan yang mengakibatkan inflasi.

Top Videa -  loading... Změnit krajinu
Načíst dalších 10 videí
 
 
Sorry, You can't play this video
00:00/00:00
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
CLOSE
CLOSE
CLOSE